Siaran Pers Peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Reviewed by Momizat on . Jakarta, 27 Mei 2011 – Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (M3PEI) merupakan roadmap yang  meiliki arah yang jelas, strategi yang Jakarta, 27 Mei 2011 – Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (M3PEI) merupakan roadmap yang  meiliki arah yang jelas, strategi yang Rating: 0

Siaran Pers Peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Siaran Pers Peluncuran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

Jakarta, 27 Mei 2011 – Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (M3PEI)

merupakan roadmap yang  meiliki arah yang jelas, strategi yang cerdas, focus dan terukur untuk mencapai cita-cita pembangunan Indonesia di masa depan, yaitu menjadi  masyarakat yang mandiri, maju, adil dan makmur secara resmi pelakasanaanya diluncurkan oleh Presiden RI di Jakarta. Acara peluncuran MP3EI ini  dihadiri oleh Kepala Lembaga Tinggi Negara, Pimpinan Partai Politik, Para Menteri/Kepala LPNK, Gubernur, Ketua DPRD Propinisi, Komite Ekonomi Nasiona, Komite Inovasi Nasional, Bupati/Walikota, Kedutaan dan Lembaga Internasional, Kamar Dagang Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Dunia Usaha, BUMN, serta Universitas.

Pada awal peresmian MP3EI, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan utama (driver) ekonomi Indonesia. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat 17 ekonomi dunia, dengan pendapatan per kapita sekitar  US$ 3,000 pada tahun 2010. Jika sesuai dengan rencana pemerintah, maka Indonesia sudah masuk ke dalam negara kategorihigh income country  pada tahun 2025. Indonesia sedang berupaya untuk berubah dari factor driven economy menuju efficiency-driven economy. Presiden menghimbau, agar bangsa Indonesia menyadari bahwa potensi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia tidak serta merta bisa terwujud. Terdapat tantangan-tantangan yang perlu dihadapi yaitu:

  1. Aktivitas ekonomi belum berfokus pada industry pengolahan/peningkatan hasil tambah;
  2. Kesenjangan antar wilayah. Masih terdapat kesenjangan pembangunan ekonomi antara Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia Bagian Timur. Hal ini dapat terlihat dari distribusi PDRB masing-masing propinsi di Indonesia yang tidak merata.
  3. Keterbatasan Infarstruktur. Berdasarkan Global Competitiveness Report 2010, Infrastruktur Indonesia berada pada ranking 82 dari 139 negara.
  4. Rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang saat ini sekitar 50% tenaga kerja di Indonesia masih berpendidikan sekolah dasar dan hanya sekitar 8% yang berpendidikan diploma/sarjana.
  5. Urbanisasi yang sangat cepat. BPS memprediksi pada tahun 2025 penduduk di kawasan perkotaan akan mencapai 65%. Implikasinya yaitu terjadinya peningkatan pada pola pergerakan, perubahan pola konsumsi, struktur produksi, konflik penggunaan lahan, struktur ketenagakerjaan, dan distribusi barang dan jasa yang membutuhkan dukungan infrsatruktur yang handal.
  6. Dampak perubahan iklim.

Untuk itu, diperlukan sebuah perencanaan yang matang untuk memanfaatkan momentum bergabung ke dalam Negara-negara emerging market. Pemerintah kemudian menyusun sebuah blueprint percepatan trasnformasi ekonomi yang perlu didukung oleh berbagai terobosan dan perubahan pola pikir di dalam perumusan strategi dan kebijakan jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, tidak cukup hanya secara business as usual. Perencanaan tersebut diejawantahkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Masterplan ini mencakup 22 aktifitas ekonomi utama Indonesia dan merupakan adaptasi serta integrasi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2002 – 20025.

Pada acara peluncuran MP3EI  ini, Presiden Republik Indonesia melakukan pencangan  groundbreaking di enam koridor yang diwakili oleh empat lokasi yaitu Sei Mangkei (Sumatera Utara), Cilegon (Banten), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika (Papua). Proyek-proyek yang dicanangkan  yaitu:

1. Lokasi Peluncuran di Sei Mangkei (Sumatera Utara) dengan proyek sebagai berikut:

  • Pembangunan Proyek Pengembangan Kawasan Industri Kelapa Sawit Sei Mangkei  (Sumatera Utara). Proyek ini dilaksanakan oleh PT Perkebunan Negara III (PT PTPN III) sampai dengan tahun 2014 dengan nilai investasi mencapai Rp 1,8 Triliun dan diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 tenaga kerja. Pembangunan ini diharapkan berbagai Industri pengolahan dan turunan (hilirisasi) dari sektor kepala sawit dapat berkembang dan menjadi stimulus bagi investor seperti industri minyak kelapa sawit, bahan bakar nabati, zat kimia oleo, zat surfaktan, kertas, pupuk organik dan makanan ternak.
  • Proyek Pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Kota Takengon, Aceh Tengah. Proyek PLTA ini mempunyai total kapasitas terpasang sebesar 88 mega watt yang akan didanai dari pinjaman lunak JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan perkiraan biaya sebesar Rp 3,5 Trilliun. Proyek ini diharapkan selesai pada akhir tahun 2015. Tujuan pembangunan PLTA ini adalah untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik,  meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan di Aceh yang terhubung dengan sistem interkoneksi Sumatera,  merupakan salah satu upaya PLN mengurangi penggunaan BBM , dan meningkatkan penyediaan energi yang ramah lingkungan.
  • Pembangunan “Telkom True Broadband Access National”  di koridor Sumatera  yaitu membangun 2.423.000 homepass dengan nilai investasi sebesar Rp 4,1 Trilliun dengan menggunakan pembiayaan dari anggaran internal Telkom 

2.       Lokasi Peluncuran di  Cilegon (Banten) dengan proyek sebagai berikut:

  • Proyek Pembangunan Pabrik Baja Modern yang merupakan joint venture antara PT Krakatau Steel dengan POSCO Korea Selatan dengan nilai investasi sebesar Rp 60 Triliun.  Pada pembangunan tahap pertama akan memiliki kapasitas produksi sebesar 2,5 juta ton dengan nilai investasi sebesar Rp 30 Triliun. Pada saat operasi penuh maka kapasitas produksi akan mencapai sekitar 5 juta ton baja industri per tahun.
  • Proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat yan bertujuan untuk dimungkinkannya penghematan pemerintah dari pemanfaatan LNG untuk pembangkit Muara Karang dan Tanjung Priok. Nilai proyek sekitar Rp 59 Triliun yang terdiri dari nilai penjualan gas;
  • Proyek Perluasan Pabrik Stamping, Engine, Casting, dan AssemblingKendaraan Bermotor oleh PT. Astra Daihatsu Motor  berlokasi di Kawasan Industri Surya Cipta km. 54, Jakarta – Karawang  dengan investasi mencapai Rp. 2,4 Triliun dan produksi pertamanya akan dimulai operasi pada sekitar 2014 dan pengembangan kapasitas penuh berupa produksi mobil 100.000/thn akan selesai pada  tahun 2016. Pabrik mobil ini akan menyerap 5000 orang tenaga kerja.
  • Proyek Ground Breaking lainnya adalah Proyek Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok seksi E2 dan NS yang berlokasi di Jakarta. Proyek ini dibiayai oleh JBIC, Pemerintah Pusat, Pemda, PT. Angkasa Pura dan Jasa Marga dengan investasi mencapai Rp. 1,6 Triliun  dan akan dimulai pada tahun 2011. Manfaat jalan bebas hambatan Tanjung Priok, adalah untuk meningkatkan perekonomian nasional dengan kelancaran distribusi barang dari dan menuju Kawasan Industri dibagian barat dan timur Jakarta, serta meningkatkan daya saing Pelabuhan Tanjung Priok (saat ini Pelabuhan Tanjung Priok pada peringkat 24 dunia dalam jumlah arus peti kemas yang keluar masuk).
  • Proyek Chemical Grad Alumunium
  • Pembangunan “Telkom True Broadband Access National” yaitu di Koridor Ekonomi Jawa, dan siap dibangun 8.735.800 homepass dengan investasi sebesar 13,745 Triliun dari tahun 2011-2015 dengan menggunakan anggaran internal Telkom.

3.  Lokasi Peluncuran Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat) dengan proyek sebagai berikut:

  • Proyek Waduk Pandan Duri berlokasi di Kabupaten Lombok Timur, NTB. Investor pelaksana melibatkan Pemerintah Pusat dan Pemda dengan perkiraan investasi Rp. 728 Miliar yang direncanakan selesai pada tahun 2014. Manfaat dari proyek ini adalah untuk penyediaan air untuk lahan irigasi total 10.350 Hektar dari lahan non teknis menjadi teknis dari produksi semula 3,5 ton per hektar menjadi 6 ton per hektar, serta dapat mengurangi debit banjir, dan mendukung pengembangan sektor wisata di Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara. Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan bendungan Pandanduri, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sejak tahun 2005 secara bersama-sama melaksanakan pembebasan lahan untuk areal genangan seluas 306,5 hektar dengan dana sebesar Rp. 81,02 Miliar rupiah dari rencana total areal seluas 442 hektar.
  • Proyek rencana Pembangunan Bandara Internasional Ngurah Rai  sebagai pintu gerbang pariwisata, maka  pada  Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara direalisasikan proyek-proyek antara lain: Pembangunan terminal internasional baru, pembangunan gedung penghubung antara terminal internasional dan domestik, Baggage Handling System,  renovasi existing terminal internasional, perluasan Apron, pembangunan gedung parkir, penataan pantai sisi barat, pembangunan gedung kargo internasional, dan pembangunan access road, fly over dengan nilai proyek Rp.2,05 triliun, dengan sumber dana dari BUMN.
  • Proyek Bendungan Titab akan dibangun di Desa Ularan,Buleleng, Bali dilaksanakan oleh pemerintah pusat, dengan sumber dana dibiayai oleh APBN dengan perkiraan investasi Rp.481 miliar dan akan dimulai pada tahun 2011. Pembangunan ini diharapkan akan bermanfaat bagi keperluan masyarakat petani, mencegah banjir, dan lebih lanjut dapat dimanfaatkan untuk  pembangkit listrik.
  • Proyek Penerbangan Jalur Baru Garuda Indonesia dengan investor pelaksana PT. Garuda Indonesia. Jalur ini akan melayani penerbangan dari Makasar ke 13 kota besar di Indonesia Bagian Timur dan Luar Negeri, yaitu: Manado, Ternate, Ambon, Biak, Jayapura, Denpasar, Surabaya, Jakarta, Balikpapan,Timika, Palu, Gorontalo dan Singapura. Pembukaan hub di Makasar ini selain dilaksanakan sebagai salah satu program pengembangan network, juga dalam rangka mendukung MP3EI.
  • Pembangunan “Telkom True Broadband Access National”, yaitu di Koridor Ekonomi Bali dan NusaTenggara, dan  siap dibangun 475.600 homepass dengan investasi sebesar Rp.787 Miliar dari 2011-2015 dengan menggunakan anggaran internal Telkom.

 4.   Lokasi Peluncuran Timika (Papua) dengan proyek sebagai berikut

  • Proyek Jalan Raya Timika – Enarotali sepanjang 269 km  pada  Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku, dengan investasi sebesar Rp. 900 Miliar yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Merauke. Proyek Jalan Raya dari Merauke – Waropko sepanjang 511 km yang akan membutuhkan dana sebesar Rp. 2,2 Triliun, sebagai tahap kedua, sebelum akhirnya menembus ke Jayapura.
  • Proyek Pertambangan dan Pabrik Pengolahan Nikel dan Kobal dengan Teknologi Hidrometallurgi di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur, Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku. Proyek ini didanai oleh PT. Weda Bay Nickel sebesar Rp. 50 Triliun yang akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama diperkirakan selesai pada tahun 2016 dan tahap kedua pada tahun 2021, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.500-3.000 orang pada saat operasi.
  • Proyek PLTS Miangas di Sulawesi Utara, di Koridor Ekonomi Sulawesi dan Proyek PLTS Sebatik Kalimantan Timur, di Koridor Ekonomi Kalimantan dengan kapasitas masing-masing adalah 150 kwh dan 200 kwh yang akan dimulai tahun 2011 oleh PT. PLN. Kedua PLTS ini merupakan bagian dari proyek pembangunan dari proyek PLTS 100 Pulau. Tujuan dari pembangunan proyek PLTS 100 pulau adalah untuk memberi fasilitas kelistrikan di 100 pulau terluar Indonesia tanpa tergantung pada bahan bakar energi konvensional.
  • Pembangunan “Telkom True Broadband Access National” di Koridor Ekonomi Papua dan Kep.Maluku, dan siap dibangun 129.600 homepass dengan investasi sebesar Rp. 281 Miliar dengan anggaran internal Telkom.

Sumber:

Kedeputian Infrsatruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Prekonomian

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas