Website Resmi Bappeda Kabupaten Batu Bara
Sektor Perkebunan Didukung Kawasan Industri Terpadu (Bag. 2) Reviewed by Momizat on . BATU BARA – Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara yang dibangun dengan kapasitas besar 60 juta teus per tahun, nantinya menjadi kebanggaan daerah. Pemba BATU BARA – Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara yang dibangun dengan kapasitas besar 60 juta teus per tahun, nantinya menjadi kebanggaan daerah. Pemba Rating: 0

Sektor Perkebunan Didukung Kawasan Industri Terpadu (Bag. 2)

Sektor Perkebunan Didukung Kawasan Industri Terpadu (Bag. 2)

BATU BARA – Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara yang dibangun dengan kapasitas besar 60 juta teus per tahun, nantinya menjadi kebanggaan daerah.

Pembangunan darmaga pelabuhan berupa terminal multipurpose oleh PT Pelindo (Persero) I direncanakan sepanjang 400 meter dan sepanjang trestle 2,7 km, selain itu pembangunan tangki timbun kapasitas 145.000 ton dan koentainer yard dengan kapasitas 400.000 teus.

Kaitan itu dengan sektor pertanian, tentu ketersediaan sarana pelabuhan yang memadai akan sangat mendukung kinerja industri olahan terutama yang berasal dari subsektor perkebunan.

Apalagi kawasan industri terpadu Kuala Tanjung berintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, yang di sana ada pabrik-pabrik pengolahan hasil perkebunan, khususnya kelapa sawit. Di antaranya yang pencanangan pembangunannya dilakukan presiden, pabrik minyak goreng berkapasitas 600.000 ton/tahun milik PTPN3 di Sei Mangkei.

Ini peluang besar bagi pengembangan sektor perkebunan di Batu Bara.

Kita bersyukur atas diresmikannya proyek strategis tersebut, karena peresmian proyek ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat Batu Bara,î kata Bupati Batubara H OK Arya Zulkarnain SH MM.

Dengan telah diresmikannya pelabuhan dan Proyek strategis lain, diharapkan dapat memberikan dampak peningkatan perekonomian bagi masyarakat. Tentu termasuk masyarakat yang berusaha di subsektor perkebunan.

Sebagaimana diketahui, Batubara memiliki potensi perkebunan yang sangat besar, didominasi tanaman kelapa sawit. Selain dikelola rakyat juga ada sejumlah perkebunan yang dikelola swasta dan BUMN (PTPN). 

Komoditas perkebunan lain adalah karet, kelapa dan kakao.

Potensi tanaman kelapa sawit ada di seluruh kecamatan. Perkebunan-perkebunan besar yang dikelola perusahaan negara dan swasta besar hampir sama luasnya dengan perkebunan yang dikelola masyarakat. Demikian juga dengan jumlah produksinya.

Sementara saat ini makin banyak masyarakat yang membuka usaha perkebunan karet, melihat potensi harga dari komoditas tersebut yang relatif stabil.

Pemerintah kabupaten pun tidak tinggal diam melihat aktivitas masyarakat tersebut. Dinas Perkebunan dan Kehutanan terus melakukan program pembinaan secara berkelanjutan.

Kepala Dinas kehutanan dan Perkebunan Zainal Manurung mengatakan, terkait program pembinaan berkelanjutan tersebut, pihaknya melakukan sosialisasi dan pelatihan dengan materi meliputi pemahaman atau ilmu di bidang perkebunan karet dan kelapa sawit.

Di antara program pembinaan juga ada penataan terhadap sejumlah koperasi pertanian (koptan). ìKegiatan bertujuan mewujudkan penerapan sustinable managemen sistem di sejumlah Koptan perkebunan, mendorong anggota Koptan agar ikut menjadi lembaga pemikir, perencana, pelaksana dan pelaku usaha yang handal dan mandiri, katanya.

Sementara sektor perkebunan membuka peluang usaha lain, yaitu usaha pengolahan yang menjadi lahan investasi potensial untuk dikembangkan. Selain itu usaha yang berkembang, dan masih terbuka lebar untuk pengembangan yang lebih luas ialah usaha penampungan komoditas perkebunan seperti TBS kelapa sawit, getah karet, kelapa dan biji kakao.

Pemkab Batubara mengundang investor untuk memanfaatkan peluang tersebut, dengan membuka industri-industri pengolahan, serta tentunya memanfaatkan masih tersedianya lahan untuk pengembangan tanaman. (Bersambung)

Sumber : agroplus.co.id

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Kembali ke atas