Rapat Rencana Pembangunan Rel Kereta Api dari Bandar Tinggi Kab. Simalungun menuju Ke Pelabuhan Kuala Tanjung Kab. Batu Bara. Reviewed by Momizat on . Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu kabupaten termuda hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan yang secara geografis berada tepat di Selat Malaka serta memili Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu kabupaten termuda hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan yang secara geografis berada tepat di Selat Malaka serta memili Rating: 0

Rapat Rencana Pembangunan Rel Kereta Api dari Bandar Tinggi Kab. Simalungun menuju Ke Pelabuhan Kuala Tanjung Kab. Batu Bara.

Rapat Rencana Pembangunan Rel Kereta Api dari Bandar Tinggi Kab. Simalungun menuju Ke Pelabuhan Kuala Tanjung Kab. Batu Bara.

Kabupaten Batu Bara merupakan salah satu kabupaten termuda hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan yang secara geografis berada tepat di Selat Malaka serta memiliki wilayah strategis di jalur lintas sumatera.

Secara umum Kabupaten Batu Bara merupakan wilayah strategis baik dilihat dari potensi pertanian, perkebunan serta industri. Di Kabupaten Batu Bara telah berdiri salah satu industri strategis nasional PT. Inalum yang produksinya berupa aliminium batangan baik tujuan eksport maupun dalam negeri.

Sesuai dengan perjanjian induk PT. Inalum yang akan berakhir pada Oktober 2013 maka pengelolaan PT. Inalum akan dilakukan perobahan yang pada intinya ditujukan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi masyarakat indonesia.

Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap akan berakhirnya perjanjian induk PT. Inalum telah banyak memberikan dampak yang positif dimana mengalirnya dukungan baik dari pemerintah pusat maupun dari legislatif, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bahkan datang dari masyarakat Kabupaten Batu Bara maupun masyarakat Sumatera Utara.

Salah satu hal yang sangat menggembirakan munculnya saran dari Kementerian Perindustrian agar aluminium yang dihasilkan PT. Inalum diolah didalam negeri dan dilakukan pengembangan industri jadi yang dipusatkan di Kabupaten Batu Bara.

Guna optimalisasi pengembangan industri maka perlunya sarana dan prasarana yang memadai, serta perlindungan usaha baik keamanan dan perizinan, berangkat dari hal tersebut maka pemerintah Kabupaten Batu Bara akan membangun sebuah kawasan yang akan menampung seluruh industri baik yang berbasis aluminium, hasil perikanan, CPO serta industri-industri lainnya dalam sebuah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)

Dukungan pembangunan KEK datang dari Komisi VI DPR-RI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, serta datang dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian BUMN. Langkah yang telah diambil oleh pemerintah Kabupaten Batu Bara dengan melakukan kerja sama studi kelayakan dengan Universitas Teknologi Sebelas Nopember (ITS) Surabaya pada hari Kamis tanggal 30 September 2010 di Surabaya.

Pembangunan jaringan rel kereta api ini akan memberikan dampak positif untuk terbangunnya sistem perkeretaapian yang mampu mendukung peningkatan efisiensi usaha khususnya perkebunan, pengurangan kerusakan badan jalan serta mendukung pengembangan wilayah secara lebih cepat.

Seperti sama ‚Äď sama kita ketahui bahwa komponen terpenting dari dibangunan rel kereta api ini adalah tersedianya tanah, serta sarana pendukung lainnya. Mengingat kondisi saat ini bahwa jalur yang dilalui oleh rel kereta api berada pada wilayah HGU, serta kepemilikan masyarakat maka perlu komitmen kita bersama guna pembangunan rel kereta api ini dapat terwujudnya secepat mungkin.

Pembangunan rel kereta api ini merupakan pembangunan jalur kereta api baru yang menghubungkan pusat pengembangan industri terpadu dengan Pelabuhan Kuala Tanjung, keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung yang sangat strategis tepat berada di selat malaka serta memberikan keuntungan yang  yang besar bagi pengusaha maupun maupun masyarakat luas. Rapat yang di hadiri oleh:

  • Bapak OK. Arya Zulkarnain, SH, MM jabatan Bupati Batu Bara

  • Bapak Drs. H. Sudarto jabatan Kepala Bappeda Kab. Batu Bara

  • Bapak H. Iskandar, SH jabatan Asisten II Kab. Batu Bara

  • Bapak Abdul Roni, BA jabatan Kadis Perhubungan Kab. Batu Bara

  • Bapak Radyansyah F jabatan Kabag Pemerintahan Kab. Batu Bara

  • Bapak Edwin A Sitorus, S.Sos, M.Si jabatan Kabid Penanaman Modal Kab. Batu Bara

  • Bapak Ahmad Ridho, SE, M.Ap jabatan Kabid Ekonomi Kab. Batu Bara

  • Bapak A. Halim dari PTPN III jabatan Manager KISM

  • Bapak Syafruddin AA dari Socfindo jabatan Staf Humas

  • Bapak Tri Septariza dari PT. KAI jabatan Man. Asset

  • Bapak Ali Rintap Siregar dari BPN Asahan Jabatan Staf BPN

  • Henry P. Sibarani dari BPN Simalungun Jabatan Staf BPN

  • Deny Mulyawan dari PTPN III Jabatan kaur

  • Zulkafli Lubis dari Dinas Koperindag BB Jabatan Kepala Bidang

  • A. Ridho, SE, MAP dari Bappeda Jabatan Kepala Bidang

  • Hidayat Darpo dari PTPN IV Jabatan Kaur Perencanaan

  • A. Khairi Lubis dari PT. Lonsum Jabatan Staf Bagian Umum

  • Bendri S. Koto dari PT. Inalum

  • A. Tampubolon dari PT.KAI

  • Zulfan Suhendra dari PT. KAI

Rapat berlangsung di Kantor Pusat PT. KAI Medan Jl. M. Yamin Medan. Tujuan rapat ini adalah bersama-sama mencari solusi serta memecahkan permasalahan yang ada guna terwujudnya pembangunan rel kereta api ini serta tidak mengalami permasalahan yang berarti. Dari Expost PT. Kai dan penjelasan Pemkab BatuBara diambil suatu kesimpulan :

  • Secepatnya pihak Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan PTKI akan membicarakan dengan pihak otorita tentang Prosedur pemakaian tanah otorita sepanjang + 17 km.

  • Pihak BPN Asahan segera mencek status tanah yang dilintasi di Wilayah Batu Bara.

  • Pihak BPN Simalungun segera menyesuaikan rencana trase jalur KA dengan keadaan tanah masyarakat yang di lalui.

  • PT KAI segera menyelesaikan trase jalur KAI.

  • Pemkab mengadakan pencatatan dan meneliti dengan cepat menginventarisasi ke Lokasi dan membentuk Tim kecil.

  • PT. Pelindo akan mengadakan pembicaraan khusus dengan Batu Bara.

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate ¬Ľ
Kembali ke atas