Pemkab Batubara Akan Dirikan BUMD Kepelabuhan Reviewed by Momizat on . Batu Bara, 18/5 (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang jasa kepelabuhanan terkait den Batu Bara, 18/5 (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang jasa kepelabuhanan terkait den Rating: 0

Pemkab Batubara Akan Dirikan BUMD Kepelabuhan

Pemkab Batubara Akan Dirikan BUMD Kepelabuhan

Batu Bara, 18/5 (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

bidang jasa kepelabuhanan terkait dengan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai salah satu koridor kawasan ekonomi khusus.

“Rencana pendirian BUMD itu sedang dalam pembahasan. Kita harapkan pada 2013 sudah bisa direalisasikan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Batu Bara, Iskandar Lubis, Jumat.

Keberadaan BUMD tersebut, kelak akan ikut berperan memperlancar pelayanan yang terkait dengan jasa kepelabuhanan di Kuala Tanjung.

Secara teknis dan administrasi, BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara itu akan mengelola berbagai unit usaha jasa dan layanan di sub sektor kepelabuhanan.

Kinerja usaha jasa dan layanan BUMD di kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Batu Bara.

“Kontribusi BUMD terhadap PAD Batu Bara diprediksi cukup besar,” ujar Iskandar.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang berada di pesisir timur Kabupaten Batu Bara dan berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sedang dalam tahap pengembangan. Di kawasan pelabuhan itu sedang dibangun jalur kereta api, terminal minyak sawit mentah (CPO), terminal peti kemas, dan terminal curah.

Pembangunan proyek senilai Rp500 miliar tersebut bertujuan mendukung pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang selama ini diprioritaskan melayani kegiatan ekspor PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) itu telah ditetapkan oleh pemerintah menjadi salah satu koridor KEK Sei Mangke.

Beragam jenis produk industri hilir berbasis minyak sawit yang dihasilkan berbagai perusahaan di kawasan industri Sei Mangke akan diangkut melalui kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Dari Pelabuhan Kuala Tanjung, kata dia, diperkirakan total CPO yang bakal diekspor mencapai 1,5 juta per tahun.

Selama ini, sebagian besar CPO yang dihasilkan sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Utara diekspor melalui Pelabuhan Belawan Medan dan Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau.

Keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan mampu mengefisienkan proses pengapalan CPO dari sejumlah pabrik di Kabupaten Batu Bara dan daerah lain di sekitarnya.

Disebutkannya, pembangunan proyek KEK Sei Mangke dan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Seluruh tahapan pengerjaan penambahan berbagai sarana infrastruktur di Pelabuhan Kuala Tanjung direncanakan selesai sekitar 2015,” ujar Iskandar.

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas