Website Resmi Bappeda Kabupaten Batu Bara
Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Sektor Perikanan (Bag. 3) Reviewed by Momizat on . BATU BARA – Kabupaten Batubara yang berada di kawasan pantai timur Sumatera Utara berbatasan dengan Selat Malaka, memiliki potensi sumber daya alam (SDA) kelaut BATU BARA – Kabupaten Batubara yang berada di kawasan pantai timur Sumatera Utara berbatasan dengan Selat Malaka, memiliki potensi sumber daya alam (SDA) kelaut Rating: 0

Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Sektor Perikanan (Bag. 3)

Pemberdayaan Masyarakat untuk Pembangunan Sektor Perikanan (Bag. 3)

BATU BARA – Kabupaten Batubara yang berada di kawasan pantai timur Sumatera Utara berbatasan dengan Selat Malaka, memiliki potensi sumber daya alam (SDA) kelautan yang dapat dikembangkan lebih optimal.

Produksi ikan laut daerah ini cukup besar, ditambah produksi ikan darat. Produksi terbesar dihasilkan oleh Kecamatan Tanjung Tiram disusul Kecamatan Medang Deras.

Jumlah penduduk yang bermata pencaharian di sektor perikanan baik sebagai nelayan maupun buruh dan pedagang ikan juga cukup besar.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batubara tahun 2012, jumlah warga yang menumpukan hidup sepenuhnya sebagai nelayan sebanyak 13.572 jiwa, sementara sebagai nelayan sambilan hampir 7.000 jiwa. Jumlah nelayan yang terbanyak juga ada di Kecamatan Tanjung Tiram dan Medang Deras.

Karena itu, dengan kebijakan pengembangan ekonomi perdesaan berpatokan pada komoditas unggulan daerah, sudah sewajarnya Pemerintah Kabupaten Batu Bara memfokuskan pengembangan sektor perikanan untuk memacu perekonomian wilayah.

Pemerintah Kabupaten Batubara melalui instansi terkait telah merancang strategi kebijakan peningkatan ekonomi perdesaan dari sektor perikanan, yakni pemberdayaan kelompok nelayan melalui penguatan kelembagaan kelompok, penguatan modal dan peningkatan teknik budidaya, peningkatan nilai tambah melalui peningkatan teknologi proses yang mampu menghasilkan produk olahan (produk hilir), serta peningkatan kerjasama/kemitraan antara nelayan dengan pengusaha dan pemerintah.

Pengembangan unit pengolahan ikan (UPI) dengan dukungan pihak swasta atau koperasi nelayan, terus digalakkan. Diharapkan nantinya menghasilkan bahan olahan yang selain untuk memenuhi pangsa pasar lokal juga masuk ke pangsa pasar ekspor.

Sementara itu terkait pengembangan perikanan budidaya, Pemerintah Kabupaten Batubara memberdayakan masyarakat untuk mengelola lahan-lahan kosong seperti bekas lahan penambangan batu padas di Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh.

Masyarakat nelayan tidak dapat mengandalkan hasil tangkapan dari laut saja, ke depan hasil tambak sangat dibutuhkan,î ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir Rinaldi.

Satiap tahun Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batubara menyalurkan bantuan bibit ikan seperti ikan nila, gurame, mas dan lele dumbo. Di samping itu menyediakan peralatan untuk membuat pakan sendiri bagi masyarakat, guna meminimalisir biaya pakan.

Sedangkan Bupati H OK Arya Zulkarnain SH MM mengatakan, di samping budidaya ikan di tambak, akan dimanfaatkan sungai-sungai yang ada untuk dibuat kerambah apung, sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat.

Saat ini usaha kerambah apung sudah mulai dijalankan dis ekitaran Pulau Salah Nama. ìKami berharap dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, sehingga potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Batubara akan dapat dikembangkan, katanya.

Usman, seorang pemilik tambak di Desa Masjid Lama, Kecamatan Talawi, menyambut baik program yang dilaksanakan pemerintah kabupaten dengan mengembangkan sektor maritim. 

Pengelolaan yang baik serta perencanaan yang matang didukung dengan potensi yang dimiliki Batubara, ke depan hasil perikanan dipastikan terus meningkat,î katanya. (Bersambung)

Sumber : agroplus.co.id

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Kembali ke atas