Neraca Perdagangan Sumut Juli 2012 naik 28,61 persen Reviewed by Momizat on . Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Juli 2012 sebesar US$946,58 juta, angka ini mengalami peningkatan dibanding bulan Juni Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Juli 2012 sebesar US$946,58 juta, angka ini mengalami peningkatan dibanding bulan Juni Rating: 0

Neraca Perdagangan Sumut Juli 2012 naik 28,61 persen

Neraca Perdagangan Sumut Juli 2012 naik 28,61 persen

Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada bulan Juli 2012 sebesar US$946,58 juta, angka ini mengalami peningkatan dibanding bulan Juni 2012 sebesar 6,72persen, yakni dari nilai sebesar US$ 886,98 juta. Jika dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2011, nilai ekspor di bulan Juli 2012 mengalami peningkatan sebesar 1,29 persen. Sementara bila dihitung akumulasi sepanjang Januari hingga Juli 2012, total nilai ekspor Sumatera Utara mencapai US$ 6,10 miliar, mengalami penurunan 9,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2011.

Nilai Ekspor Sumatera Utara menurut sektor Juli 2012 dibanding bulan sebelumnya mengalami peningkatan pada sektor industri yaitu sebesar 16,07 persen, sedangkan sektor pertanian mengalami penurunan nilai ekspor yaitu sebesar 14,08 persen, diikuti sektor pertambangan dan penggalian yang turun sebesar 96,69 persen, dan sektor lainnya sebesar 85,71 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Sumatera Utara selama Januari-Juli 2012 mengalami penurunan sebesar 9,44 persen, sektor yang mengalami penurunan nilai ekspor dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya adalah sektor pertanian yaitu sebesar 27,64 persen, sedangkan sektor industri mengalami peningkatan sebesar 0,98 persen, ekspor sektor pertambangan dan penggalian naik sebesar 23,33 persen, dan sektor lainnya naik sebesar 5,88 persen.
Selama Januari–Juli 2012, pangsa ekspor sektor industri masih sangat dominan, yaitu 70,75 persen dari total ekspor Sumatera Utara, pangsa ekspor dari sektor pertanian sebesar 29,15 persen, sementara dari sektor pertambangan dan penggalian relatif kecil yaitu 0,10 persen.

Sementara nilai ekspor untuk sepuluh golongan barang utama pada Juli 2012 mencapai US$ 858,65 juta, sementara untuk golongan barang lainnya sebesar US$ 87,93 juta. Nilai ekspor terbesar pada Juli 2012 berasal dari golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan nilai ekspor sebesar US$443,59 juta (46,86%); diikuti karet dan barang dari karet (HS 40) yaitu mencapai US$201,44 juta (21,28%); berbagai produk kimia (HS 38) dengan andil 5,31 persen,sedangkan golongan barang lainnya hanya memberikan andil dibawah 5 persen.

Empat dari sepuluh golongan barang ekspor utama pada Juli 2012 mengalami peningkatan nilai ekspor, yaitu tembakau (HS 24) sebesar 39,61 persen; lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) naik sebesar 33,45 persen; bahan kimia organik (HS 29) naik sebesar 1,18 persen; dan berbagai produk kimia (HS 38) 0,93 persen. Selanjutnya, penurunan nilai ekspor berasal dari golongan barang alumunium (HS 76) yang mengalami penurunan sebesar 52,50 persen; kopi, teh, rempah-rempah (HS 09) sebesar 21,80 persen; kayu dan barang dari kayu (HS 44) turun sebesar 14,10 persen;karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar 11,52 persen; sabun dan preparat pembersih (HS 34) sebesar 7,92 persen; serta ikan dan udang (HS 03) turun sebesar 4,79 persen.

Ekspor sepuluh golongan barang utama untuk periode Januari-Juli 2012 memberikan konstribusi 90,25 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara. Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang utama tersebut mengalami penurunan sebesar 10,12 persen dibandingkan ekspor periode yang sama tahun 2011 atau mengalami penurunan sebesar US$619,92 juta. Secara absolut penurunan terbesar untuk sepuluh golongan barang utama periode Januari–Juli 2012 terjadi pada golongan barang karet dan barang dari karet (HS 40) yaitu sebesar US$703,59 juta, disusul oleh berbagai produk kimia (HS 38) sebesar US$29,44 juta; serta lemak dan minyak hewan/nabati  (HS15) sebesar US$29,44 juta.

Jika ditinjau dari distribusi ke berbagai wilayah perdagangan dunia, sekitar 41,13 persen barang ekspor dari Sumatera Utara dipasarkan ke kawasan Asia. Negara India, Cina, Jepang, dan Korea Selatan merupakan pangsa ekspor terbesar untuk kawasan ini, masing-masing sebesar US$138,07juta, US$93,05 juta, US$83,97 juta, dan US$21,58 juta; Malaysia dan Singapura untuk kawasan ASEAN dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$33,17 juta dan US$44,75 juta; negara utama lainnya yang juga mempunyai nilai ekspor yang besar yaitu Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar US$73,07 juta; Belanda sebesar US$59,39 juta; Afrika Selatan sebesar US$31,01; dan Rusia sebesar US$17,79 juta.

Selama bulan Juli 2012,enam negara tujuan utama mengalami peningkatan nilai ekspor, dimana peningkatan terbesar terjadi ke Singapura sebesar 85,30 persen, Belanda sebesar 74,21 persen, India sebesar 50,08 persen, Afrika Selatan sebesar 24,59 persen, Korea Selatan sebesar 5,22 persen, serta Malaysia sebesar 1,69 persen. Di sisi lain negara tujuan utama yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah Jepang sebesar 23,60 persen, Rusia sebesar 7,88 persen, Amerika Serikat 6,85 persen, dan Cina sebesar 0,56 persen.

Secara keseluruhan, selama bulan Juli 2012, ekspor ke 10 negara tujuan utama di atas memberikan peran sebesar 62,95 persen terhadap total ekspor Sumatera Utara. Dari sisi pertumbuhan nilai ekspor, bulan Juli 2012 mengalami peningkatan sebesar 12,53 persen dibanding bulan Juni 2012. 

Nilai impor melalui Sumatera Utara di bulan Juli 2012 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) mencapai US$476,80juta, atau turun sebesar 8,61 persen dibanding bulan Juni 2012 yang sebesar US$521,70 juta. Namun bila dibandingkan dengan bulan Juli 2011, angka impor Juli 2012 mengalami peningkatan sebesar 13,99 persen, yakni dari US$418,29 juta pada bulan Juli 2011 menjadi US$476,80 juta pada bulan Juli 2012. 

Dari total impor Sumatera Utara selama Januari–Juli 2012 yang mencapai US$2,96miliar, menurut kelompok barang ekonomi impor Sumatera Utara masih didominasi oleh kelompok bahan baku/penolong untuk mendukung kegiatan produksi terutama pada industri yang mengandung komponen impor tinggi (high import). Pada periode Januari–Juli 2012, impor bahan baku penolong memberikan peran terbesar yaitu sebesar 63,51 persen atau senilai US$1,88miliar, barang konsumsi memberikan andil sebesar 21,03 persen (US$621,90 juta), dan barang modal sebesar 15,46 persen (US$457,18 juta). 

Impor Sumatera Utara yang dirinci menurut golongan penggunaan barang, selama Januari-Juli 2012 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan pada kelompok bahan baku dengan kenaikan sebesar 18,47 persen, atau naik dari US$1,59miliar menjadi US$1,88miliar, sedangkan barang modal mengalami penurunan dari US$467,20 juta menjadi US$457,18 juta, atau turun 2,14 persen, serta impor barang konsumsi turun dari US$731,24juta menjadi US$621,90 juta (turun 14,95%). 

Dari sepuluh golongan barang utama impor, enam golongan barang mengalami penurunan nilai impor pada bulan Juli 2012 dibanding bulan Juni 2012. Golongan barang yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yaitu pupuk (HS 31) sebesar 54,21 persen; gandum-ganduman (HS 10) sebesar 53,57 persen; bahan kimia anorganik (HS 28) sebesar 44,98 persen; mesin/peralatan listrik (HS 85) sebesar 30,13 persen; bahan bakar mineral (HS 27) sebesar 7,93 persen; serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) sebesar 6,23 persen.  Di sisi lain golongan barang yang mengalami peningkatan nilai impor adalah mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) sebesar 60,94 persen; ampas/sisa industri makanan (HS 23) sebesar 30,60 persen; karet dan barang dari karet (HS 40) sebesar 11,03 persen; serta besi dan baja (HS 72) sebesar 1,70 persen;.  

Dilihat dari golongan barang, impor dari 10 golongan barang (HS 2 dijit) di atas memberikan kontribusi 75,95 persen terhadap total imporSumatera Utara. Dari sisi nilai, impor 10 golongan barang tersebut mengalami penurunan 11,83 persen bila dibandingkan bulan Juni 2012.

Pada bulan Juli 2012 dari total nilai impor Sumatera Utara sebesar US$476,80 juta, sebesar US$200,34 juta (42,02%) berasal dari ASEAN, sebesar US$124,10 juta (26,03%) berasal dari Asia (diluar ASEAN), dan sisanya berasal dari kawasan lainnya. Berdasarkan negara asal utama barang, impor dari Singapura merupakan yang terbesar yaitu sebesar US$93,34 juta (19,58%), diikuti Malaysia sebesar US$85,75 juta (17,99%), Cina sebesar US$79,36 juta (16,64%),Amerika Serikat sebesar US$41,49 juta (8,70%), Australia sebesar US$25,47 juta (5,34%), Argentina sebesar US$20,75 juta (4,35%),Thailand sebesar US$14,98 juta (3,14%), Jerman sebesar US$12,40 juta (2,60%), India sebesar US$11,58 juta (2,43%), dan Taiwan sebesar US$10,86 juta (2,28%),

Selama bulan Juli 2012, lima negara asal utama mengalami peningkatan nilai impor, dimana peningkatan terbesar adalah impor dari Jermanyang naik sebesar 133,14 persen, diikuti oleh Malaysiasebesar 48,56 persen, Amerika Serikatsebesar 22,97 persen, Thailandsebesar 2,72 persen, dan Argentina sebesar 0,19 persen. Di sisi lain negara asal utama yang mengalami penurunan nilai impor adalahIndiasebesar 47,00 persen, Australia sebesar 45,15 persen, Singapurasebesar 7,58persen,Chinasebesar 1,66persen, dan Taiwan sebesar 1,30 persen.

Secara keseluruhan, selama Juli 2012 kesepuluh negara asal utama di atas memberikan peran sebesar83,05 persen terhadap total impor melalui Sumatera Utara. Dari sisi nilai, impor dari 10 negara di atas mengalami peningkatan sebesar 0,75 persen dibanding impor bulanJuni 2012. 

Neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara bulan Juli 2012 mengalami surplus sebesar US$469,78juta, angka ini naik 28,61 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yaitu sebesar US$365,28juta. Apabila neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara bulan Juli 2012 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, angkanya mengalami penurunan sebesar 9,00 persen, yaitu US$516,27 juta pada bulan Juli 2011 menjadi US$469,78 juta di bulan Juli 2012.

Surplus terbesar neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara dengan negara mitra utama selama bulanJanuari-Juli 2012 berturut-turut adalah senilai US$633,36 juta dengan Jepang, senilai US$591,99 juta dengan India, senilai US$336,64juta dengan Amerika Serikat, senilai US$249,16 juta dengan Belanda, dan senilai US$145,15 juta dengan Afrika Selatan.

Source : Berita Resmi Statistik Provinsi Sumatera Utara No.54/09/12/Th. XV, 03 September2012

 

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas