Kawasan Ekonomi Khusus Di Batubara Reviewed by Momizat on . Kabupaten Batubara merupakan salah satu daerah di Sumut yang memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Salah satu buktinya, kabupaten yang terletak di Sebelah T Kabupaten Batubara merupakan salah satu daerah di Sumut yang memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Salah satu buktinya, kabupaten yang terletak di Sebelah T Rating: 0

Kawasan Ekonomi Khusus Di Batubara

Kawasan Ekonomi Khusus Di Batubara

Kabupaten Batubara merupakan salah satu daerah di Sumut yang memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Salah satu buktinya, kabupaten yang terletak di Sebelah Timur Pulau Sumatera dengan jarak tempuh +100 Km dari Kota Medan, ternyata memiliki satu kawasan strategis untuk dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KEK merupakan kawasan tertentu dimana diberlakukan ketentuan khusus di bidang kepabeanan, perpajakan, perizinan, keimigrasian dan ketenagakerjaan. Selain ketentuan tersebut, KEK juga perlu di dukung dengan ketersediaan infrastruktur yang andal serta badan pengelola yang profesional sesuai dengan standar internasional.

Kawasan KEK yang berada di Batubara itu sendiri, terletak di dua kecamatan, yaitu Sei Suka dengan luas wilayah 17.147 hektar dan Kecamatan Medang Deras dengan luas wilayah 6.547 hektar. Sehingga total luas wilayah kedua kecamatan yang terletak di kawasan strategis itu mencapai 23.694 hektar.

Dari luas itu, lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai KEK mencapai sekitar 1.000 hektar. Di kawasan ini, juga telah berdiri perusahaan-perusahaan industri berskala besar seperti PT Inalum, PT Multi Mas Nabati, PT Domba Mas. Masing-masing perusahaan tersebut telah memiliki pelabuhan khusus yang dapat digunakan untuk ekspor/impor.

Selain itu, masih ada perusahaan yang kini melakukan pembangunan di kawasan strategis tersebut. Antara lain PT Citra Raya Perkasa Abadi bergerak di bidang pengolahan aspal, PT Gunung Pantasa Barisan bergerak di bidang pengolahan semen dan PT Ranyza Energi bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Di sisi lain, sejauh ini masih ada perusahaan yang sudah mengajukan permohonan untuk mendirikan perusahaan di kawasan strategis tersebut. Di antaranya Japan Cilicon LTD Kawashima Group, Sungai Lang Marine And Supply SDN. BHD dan Sungai Pulai Contruction And Traiding.

Pengembangan KEK ini dimaksudkan untuk meningkatkan investasi yang selanjutnya diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru. Kawasan ini juga diharapkan memberi dampak positif bagi perekonomian nasional maupun daerah dalam bentuk peningkatan penerimaan devisa, peningkatan daya saing produk-produk ekspor,  meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal serta meningkatnya kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Sektor ini juga diharapkan akan meningkatkan investasi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan devisa hasil dari ekspor, peningkatan, pemanfaatan sumber daya local.

KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

KEK terdiri atas satu atau beberapa zona. Antara lain pengolahan ekspor, logistik, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, energi, dan/atau ekonomi lain. Dalam KEK dapat dibangun fasilitas pendukung dan perumahan bagi pekerja. Di setiap KEK disediakan lokasi untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai pendukung kegiatan perusahaan yang berada di dalam KEK.

Lokasi yang dapat diusulkan menjadi KEK harus memenuhi kriteria dan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan tidak berpotensi mengganggu kawasan lindung. Pemerintah Provinsi Sumut dan Kabupaten Batubara sendiri, sangat  mendukung rencana KEK. Sebab secara geografis terletak pada posisi yang dekat dengan jalur perdagangan internasional atau dekat dengan jalur pelayaran internasional di Indonesia atau terletak pada wilayah potensi sumber daya unggulan dan mempunyai batas yang jelas.

Dalam rencana kedepannya, pelaksanaan pembangunan KEK nantinya dana yang dibutuhkan bersumber dari, dana APBN, APBD Pemprovsu dan APBD Kabupaten Batubara. Kabupaten Batubara yang diharapkan nanti  akan menjadi salah satu kawasan yang dapat menopang  roda perekonomian dan perindustrian di Provinsi Sumut seiring dengan letak geografisnya yang sangat mendukung (di dekat salah satu perairan tersibuk di dunia, selat Malaka) dan kondisi lahan yang masih sangat banyak untuk lapangan perindustrian baru.

Selain itu juga di Kabupaten Batubara sudah memiliki prasarana yang baik sehingga hubungan antar daerah kabupaten seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan sangat  lancar, terutama dalam perjalanan ke luar negeri (Port Klang, Malaysia) melalui Pelabuhan Tanjung Tiram.

Sehingga diharapkan kehidupan mayarakat tertinggal di daerah itu dapat meningkat menjadi lebih baik dan sejahtera. Lapangan usaha dan industri baik besar maupun kecil dapat lebih banyak terbuka sehingga menciptakan lapangan kerja baru yang besar yang otomatis dapat mengurangi angka pengangguran.

Kegiatan perekonomian di Kabupaten Batubara yang ditunjukan dengan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, pada tahun 2002 menunjukkan peningkatan sebesar 4,05%. Angka ini menunjukkan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya terjadi kenaikan angka PDRB sebesar 4,05% dengan menganggap harga konstan pada tahun 2000.

Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2003 yaitu sebesar 4.57%, tahun2004 dan 2005 pertumbuhan ekonomi cenderung melambat dari 3,97 menurun menjadi 2,30% dipengaruhi adanya penebangan/konversi tanaman perkebunan di beberapa wilayah.

Namun pada berikutnya yakni 2006-2007 kembali naik menjadi 3,73% sampai 4,01%. Selanjut pada tahun2008 terus meningkat mencapai 4,55%.

Struktur ekonomi suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektor-sektor ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa. Struktur yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing sektor menggambarkan ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari masing-masing sektor.

Struktur perekonomian Kabupaten Batubara didominasi oleh sektor industri pengolahan. Hal ini berkaitan dengan adanya perusahaan pengolahan biji aluminium, serta pengolahan hasil-hasil perkebunan seperti pengolahan minyak kelapa sawit dan karet (crumb rubber).

Kabupaten Batubara merupakan daerah potensial untuk berkembang menjadi daerah industri dan saat ini daerah Kuala Tanjung salah satu Desa di Batubara yang telah ditetapkan menjadi Daerah Ekonomi Khusus (DEK). Desa Kuala Tanjung merupakan pengembangan wilayah industri dari KIM (Kawasan Industri Medan).

Sebagai pioneer berkembangnya wilayah ini adalah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan patungan antara perusahaan-perusahaan swasta Jepang dengan pemerintah Indonesia. Perusahaan peleburan aluminium ini merupakan pabrik peleburan aluminium satu-satunya di Asia Tenggara.

Kemudian selain PT Inalum, berdiri juga PT Multimas Nabati Asahan (MNA) yang memproduksi minyak goreng Sania. Kemudian muncul lagi PT Domba Mas, yang kini masih tahap konstruksi. Kini menyusul beberapa perusahaan besar yang mungkin akan beroperasi dalam waktu dekat seperi PLTU, PT Dairi Prima, PT AAA, dan lain sebagainya. Selain itu, Kabupaten Batubara juga kaya akan hasil laut dan pertanian serta banyak terdapat perkebunan.

Sarana jalan yang baik dapat meningkatkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas barang dari satu daerah ke daerah lain. Panjang jalan di seluruh Kabupaten Batubara mencapai 523,02 Km yang terbagi atas jalan negara (47,88 Km), jalan propinsi  (48,34 Km) dan jalan kabupaten (426,8 Km). Untuk jalan kabupaten sebagian besar sudah ditingkatkan permukaannya yaitu sebesar 36,2%, 22,3% tanah, 19% aspal, 21% hotmix dan 1,5% kerikil. Pemerintah Kabupaten Batubara sangat berharap semoga usulan rencana KEK ini dapat terealisasikan seiring pesatnya pembangunan industri di kawasan strategis.

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate ¬Ľ
Kembali ke atas