Empat Tahun Batubara Penuh dengan Tantangan Reviewed by Momizat on . Medio Desember sangat bersejarah bagi Batubara, salah satu dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara saat ini. Karena pada bulan itulah daerah ini lepas dari Medio Desember sangat bersejarah bagi Batubara, salah satu dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara saat ini. Karena pada bulan itulah daerah ini lepas dari Rating: 0

Empat Tahun Batubara Penuh dengan Tantangan

Empat Tahun Batubara Penuh dengan Tantangan

Medio Desember sangat bersejarah bagi Batubara, salah satu dari 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara saat ini. Karena pada bulan itulah daerah ini lepas dari Kabupaten Asahan. Tepatnya 8 Desember 2006.

Kini Batubara yang memang secara historis dan kultural masyarakatnya berbeda dengan Asahan, genap berusia empat tahun. Memang masih terlalu muda, malah boleh dikatakan balita bila dilihat dari sisi usia manusia.

Apalagi dua tahun awal, Batubara masih dipimpin oleh dua pejabat, pertama Sofyan Nasution dan kedua Syaiful Safri S. Baru setelah itu dipimpin oleh bupati definitif yang terpilih OK Arya Zulkarnain SH MM.

Jadi OK Arya yang baru saja menunaikan ibadah haji, memimpin Batubara baru dua tahun. Wajar kalau pembangunan yang diharapkan belum terlihat jelas. Apalagi yang namanya pembangunan bukan dapat dilakukan seperti main sulap, alias sim salabim. Atau tidak seperti membalik telapak tangan.

Namun fondasi pembangunan, sedang giat dilakukan. Upaya Pemerintah kabupaten (Pemkab) menuju cita-cita Batubara Sejahtera dan Berjaya sedang digulirkan. Misalnya untuk mewujudkan program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan lainnya.

Meskipun di perjalanan sekarang ini banyak rintangan yang dihadapi. Bupati OK Arya akan jalan terus. Karena bupati terpilih melalui jalur independen ini berprinsip, tidak ada pekerjaan yang tidak mendapat tantangan, rintangan dan halangan.

Baik tantangan, maupun rintangan dan halangan dijadikannya sebagai seni perjuangan, bila program dan pekerjaan diibaratkan perjuangan. Memang demikianlah perjuangan. Tidak ada perjuangan yang tidak memerlukan pengorbanan.

Namanya pun seni, mesti dilanjutkan. Ibarat ungkapan, membujur lalu melintang patah. Apalagi yang dilakukan Bupati OK Arya bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. Semuanya untuk kepentingan masyarakat, para anak bangsa dan generasi berikutnya atau dengan kata lain, untuk anak cucu.

Satu hal yang perlu diingat, tantangan, rintangan dan hambatan harus dihadapi secara tabah. Bagaikan berkayuh menuju pantai. Kerap besua ragam halangan. Tidak semua hasrat kan sampai. Kadang terbentur di tengah jalan.

Tapi apakah karena ada halangan, rintangan dan hambatan menyebabkan kita berhenti melangkah. Tidak ada kalimat putus asa. Sebab, bila kaki sudah melangkah. Jangan dikenang akan kembali. Biarpun tiang layar berderak patah. Sebelum sampai jangan berhenti.

Di sisi lain, di perjalanan jangan mudah tergoda oleh bujukan dan rayuan. Mengapa?. Jangan hati bermaksud singgah. Bila melihat pulau indah menarik. Bukan semua yang tampak indah. Tahan luntur di panas terik.

Dan yang pasti, dalam hati seorang pejuang, keyakinannya untuk masa depan gemilang pasti ada. Ibarat ungkapan berikutnya, Bila bintang tak juga terbiat. Haraplah tabah hati menerima. Yakinlah bila bulan dah sabit. Esok lusa pasti purnama.

Demikian ungkapan yang tercantum dalam sebuah tembang padang pasir dikenal luas oleh masyarakat dan bila direnungkan, tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan. Yang penting niat di lubuk hati yang dalam.

Pada paripurna DPRD Batubara 8 Desember 2010, Bupati OK Arya yang diwakili Sekdakab Drs Sofyan MM juga menyebut, tantangan yang dihadapi saat ini semakin terasa. Tapi tidak harus membuat putus asa. Malah sebaliknya memicu semagat untuk bekerja keras membangun Batubara.

Apa di antara tantangan tersebut. Kurang etis diungkapkan. Tapi sangat terasa. Karenanya salah seorang tokoh masyarakat Batubara yang juga mantan Wakil Bupati Asahan dan Ketua DPD PAN Ir H Yahdi Khoir Harahap saat diminta komentarnya mengatakan, selain bersyukur usia empat tahun Batubara, seluruh elemen masyarakat, tidak terkecuali tokoh-tokohnya, harus ikut serta bahu membahu dengan Pemkab melaksanakan dan melanjutkan program pembangunan. Jaga kondisi agar tetap kondusif. Mari kita bangun Batubara agar benar-benar menjadi Sejahtera dan Berjaya. Dan dalam menyemarakkan hari jadi ke empat itu, di Batubara digelar berbagai kegiatan, di antaranya turnamen voli lokal.

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate ¬Ľ
Kembali ke atas