Dapat Tambahan Tugas 3 Ruas Tol Trans Sumatera, Ini Langkah HK Reviewed by Momizat on . JAKARTA -  Pemerintah menugaskan BUMN konstruksi PT Hutama Karya (HK) untuk mengerjakan seluruh ruas tol Trans Sumatera. Dari total 24 ruas yang direncanakan, p JAKARTA -  Pemerintah menugaskan BUMN konstruksi PT Hutama Karya (HK) untuk mengerjakan seluruh ruas tol Trans Sumatera. Dari total 24 ruas yang direncanakan, p Rating: 0

Dapat Tambahan Tugas 3 Ruas Tol Trans Sumatera, Ini Langkah HK

Dapat Tambahan Tugas 3 Ruas Tol Trans Sumatera, Ini Langkah HK

JAKARTA –  Pemerintah menugaskan BUMN konstruksi PT Hutama Karya (HK) untuk mengerjakan seluruh ruas tol Trans Sumatera. Dari total 24 ruas yang direncanakan, pemerintah melalui Perpres Nomor 117 Tahun 2015 telah menugaskan HK untuk memprioritaskan pengerjaan delapan ruas selama lima tahun mulai dari tahun 2014 hingga 2019.

Seiring perjalanannya, pemerintah menambah 3 ruas tambahan prioritas yakni Medan-Banda Aceh, Pekanbaru-Padang, dan Tebing Tinggi-Parapat. HK juga akan menjadi pelaksana pengerjaan 3 ruas tambahan tersebut.

Guna membantu percepatan pengerjaan 3 ruas tambahan tersebut, HK akan membentuk anak usaha bersama dengan Jasa Marga dan Waskita Karya.

“PT HK akan membentuk anak perusahaan di situ bersama dengan jasa marga dan waskita. Dengan porsi kepemilikan, Hutama Karya mendapat porsi 40%, sementara Jasa Marga dan Waskita masing-masing 30%,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna dalam diskusi media di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (18/11/2016).

Skema pengerjaannya pun akan berbeda. Ruas Tebing Tinggi-Parapat nantinya akan digabung dengan Tebing Tinggi-Kuala Tanjung sehingga bisa terhubung langsung ke Pelabuhan dan Bandara.

“Jadi semua jalan tol kita akan connect ke bandara dan pelabuhan,” tambahnya.

Dengan pembentukan anak usaha tersebut, nantinya akan dikebut pengerjaan ruas tol Tebing Tinggi-Parapat yang menjadi penunjang destinasi kawasan Danau Toba. Pembebasan lahan sendiri tidak akan menjadi kendala, lantaran lahan yang dilewati mayoritas milik BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III dan IV.

“Sekarang sudah ada yang bebas 18 km, sementara yang Tebing Tinggi-Parapat untuk mendukung kawasan wisata Danau Toba. Di sini kita lakukan upaya percepatan dengan memanfaatkan tanah PTPN III dan IV yang panjangnya lebih dari 30 km ke arah parapat, dan 15 km yg ke arah Kuala Tanjung,” jelas Herry.

Sementara itu, Direktur Operasional Jalan Tol PT HK Bambang Pramusinto mengatakan, anak usaha ini nantinya bisa terbentuk pada Desember 2016. Dengan adanya anak usaha patungan ini, maka permodalan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera akan lebih baik.

“Ini dalam proses mudah-mudahan Desember sudah bisa terbentuk, perusahaan sendiri belum terbentuk, baru masih pembicaraan. Biasa, kalau bisnis plus minusnya dan sebagainya. Ini sedang digodok harapannya Desember joint venture (JV) sudah terbentuk, urusanya di JV mencari equitynya,” tukas Bambang.

Pada awal penugasannya, PT HK hanya diberi tanggung jawab membangu 4 ruas jalan tol trans sumatera. Namun pemerintah menambah 4 ruas lagi sehingga totalnya menjadi 8 ruas yang terdiri dari Medan-Binjai, Palembang-Simpang Indralaya, Pekanbaru-Dumai, Bakauheni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang-Tanjung Api-api, dan Kisaran-Tebing Tinggi.

Dengan penambahan 3 ruas ini, maka total jalan tol Trans sumatera yang menjadi penugasan HK jumlahnya menjadi 11 ruas. (MedanBisnis)

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas