Apa dan Bagaimana Program KEK Batubara Reviewed by Momizat on . Masih berusia muda, lahir dari induknya Asahan melalui keputusan sidang paripurna DPR RI Jumat 8 Desember 2006 dan ditetapkan lewat Undang-Undang nomor 5/2007, Masih berusia muda, lahir dari induknya Asahan melalui keputusan sidang paripurna DPR RI Jumat 8 Desember 2006 dan ditetapkan lewat Undang-Undang nomor 5/2007, Rating: 0

Apa dan Bagaimana Program KEK Batubara

Apa dan Bagaimana Program KEK Batubara

Masih berusia muda, lahir dari induknya Asahan melalui keputusan sidang paripurna DPR RI Jumat 8 Desember 2006 dan ditetapkan lewat Undang-Undang nomor 5/2007, daerah inipun sah menjadi kabupaten.

Dan setelah dua tahun dipimpin dua pejabat bupati, Sofyan Nasution dan Syaiful Safri, daerah inipun menggelar pemilukada. Hasilnya terpilih OK Arya Zulkarnain SH MM sebagai bupati dan wakilnya Gong Matua Siregar. Itulah daerah utara Asahan yang dahulunya merupakan kewedanaan, yakni, Batubara.

Dalam omongannya dengan wartawan baru-baru ini, OK Arya bermaksud Batubara cepat maju dan berkembang pesat mampu menyaingi dan malah melebihi kemajuan dan perkembangan daerah lain di Sumatera Utara khususnya dan Indonesia umumnya.

Setahun pasca pelantikannya 23 Desember 2008, OK Arya menyusun program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kini program tersebut sedang digodok dan hampir rampung. Hanya tinggal riset yang bakal dilakukan tim dari Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan Universiutas Erlangga Surabaya.

Beberapa pejabat pemerintahan dari pusat Jakarta sudah berkunjung ke Batubara. Demikian juga anggota DPR dan DPD RI. Semua mereka mendukung program KEK Batubara itu.

Malah anggota DPD RI asal Sumatera Utara (Sumut) Parlindungan Purba yang datang terakhir, berjanji bersedia membawa dan menyerahkan proposal KEK Batubara tersebut kepada Mentri Kordinator (Meno) Perekonomian Hatta Rajasa.

Setelah meninjau lapangan, Parlindungan Purba menyaksikan sendiri kondisi sumber daya alam (SDA) Batubara benar-benar potensial dan cukup bagus untuk dikembangkan melalui program KEK.

Demikian juga Komisi 6 DPR RI sangat mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati OK Arya itu. Karenanya semua pihak di Batubara sama memberi dukungan sebagaimana dukungan yang diberikan beberapa pejabat pemerintahan pusat Jakarta.

Lalu, apa itu program KEK tersebut. Sesuai namanya satu kawasan berbasis ekonomi yang berbagai fasilitas dan dana nantinya bersumber dari APBN, bukan lagi APBD.

Mungkinkah itu?. Jelas memungkinkan. Lahan sudah tersedia seluas 3000 hektar di kawasan Desa Kuala Indah Kecamatan Sei Suka. Demikian juga beberapa desa di Kecamatan Medang Deras. Tapi tahap awal yang akan dimanfaatkan hanya 1000 hektar. Lahan-lahan itu jauh dari pemukiman warga. Jadi tidak akan memberatkan bagi warga sekitar.

Dan bila program tersebut berhasil, maka kawasan KEK itu benar-benar menjadi kawasan industri. Karena di daerah itu ada PT Inalum, PT Multimas Nabati Asahan dan PT Domba Mas dan banyak lagi perusahaan lainnya.

Dan pasca berakhirnya kontrak PT Inalum 30 Oktober 2013, diharapkan beberapa perusahaan industri hilir akan muncul. Apalagi saat ini semua bahan yang diperlukan untuk pembangunan cendrung menggunakan aluminium. Bahan ini cukup praktis, tahan karat dan memiliki kelebihan dari bahan banguinan lainnya, seperti kayu yang mulai berkurang penggunaannya.

Lalu bagaimana dengan tenaga kerja?. Paling tidak pada KEK Batubara itu menyerap dan memanfaatkan sepuluh ribu tenaga kerja. Warga terbantu dan kawasan mereka akan semakin berkembang dan maju pesat.

Faktor pendukung lainnya adalah sarana dan prasarana infra struktur. Di mana Batubara juga sudah memprogramkan pembangunan jalan menyusur pantai dari kawasan Kecamatan Medang Deras sampai Kuala Tanjung, Tanjung Tiram dan perbatasan Kecamatan Air Joman Asahan.

Demikian juga jalan pintas dari berbagai kawasan, seperti dari Sei Suka, jalan Pematang Jering, Pematang Panjang, Simpang Gambus, Simpang Dolok, Sei Balai dan lainnya. Dan yang tidak kalah penting program pembangunan jalan kereta api dari Bandar Tinggi Kecamatan Bandar Masilam Simalungun menuju Kuala Tanjung yang juga sudah disetujui oleh Dirjen Perkereta apian Kementerian Perhubungan yang juga sudah langsung meninjau lapangan baru-baru ini.

Sedangkan di pantai, ada empat pelabuhan yang mendukung KEK tersebut. Jadi melebihi program KEK di Kabupaten Lamongan Jawa Timur yang baru saja ditinjau dan disaksikan langsung oleh tim yang diutus Pemerintah kabupaten (Pemkab) Batubara baru-baru ini.

Di Lamongan sektor utama pendukung KEK daerahnya hanya pelabuhan untuk galangan kapal. Padahal kapal yang disandarkan berkapasitas hanya sekitar 5000 DWT akibat lautnya dangkal. Sedangkan di Batubara, langsung berhadapan dengan Selat Malaka yang merupakan jalur perairan internasional. Kedalaman lautnya tidak disangsikan, jelas melebihi kedalaman laut di pantai Lamongan.

Kalau Lamongan yang hanya mengandalkan sektor pelabuhan bisa kenapa Batubara yang didukung berbagai sektor laut dan darat tidak bisa. Kan mustahil, ujar OK Arya.

Karenanya OK Arya berharap warga tidak ragu program KEK tersebut. Keberhasilan program KEK nantinya bukan untuk pribadi. Tapi untuk seluruh warga Batubara, katanya.

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate ¬Ľ
Kembali ke atas