Website Resmi Bappeda Kabupaten Batu Bara
4 Pelabuhan Dongrak Peningkatan Ekonomi Reviewed by Momizat on . Meski secara geografis Batubara tidak seluas beberapa daerah lain khususnya di Sumatera Utara, daerah yang baru berusia sekitar tiga tahuni itu memiliki empat p Meski secara geografis Batubara tidak seluas beberapa daerah lain khususnya di Sumatera Utara, daerah yang baru berusia sekitar tiga tahuni itu memiliki empat p Rating: 0

4 Pelabuhan Dongrak Peningkatan Ekonomi

4 Pelabuhan Dongrak Peningkatan Ekonomi

Meski secara geografis Batubara tidak seluas beberapa daerah lain khususnya di Sumatera Utara, daerah yang baru berusia sekitar tiga tahuni itu memiliki empat pelabuhan. Setelah Tanjung Tiram diresmikan pada 2009, medio April 2010, mulai dibangun dermaga Pelabuhan di Desa Nanasiam Pagurawan Kecamatan Medang Deras.

Melalui dana APBN hampir Rp 2 milyar, diperkirakan dermaga Nanasiam tersebut selesai pada akhir 2010 atau awal 2011. Nanasiam merupakan dermaga keempat di Batubara setelah Tanjung Tiram dan dua di Kuala Tanjung, bangunan PT Inalum dan PT Mulimas Nabati Asahan.

Daerah lain di kawasan pantai timur Sumatera Utara (Sumut) yang banyak memiliki pantai seperti Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagei, Asahan dan Labuhan Batu, pelabuhannya tidak seperti Batubara.

Karenanya dengan empat pelabuhan itu, Batubara akan banyak membantu sekaligus menambah income dan pemasukan dana ke kas Pemerintahnya. Makanya tidak keliru kalau disebut, “Empat Pelabuhan Dongkrak Peningkatan Ekonomi Batubara”.

Pelabuhan Tanjung Tiram misalnya sejak dibuka dimanfaatkan untuk keberangkatan arga yang memiliki keperluan ke negeri jiran Malaysia via Port Klang.

Sedangkan dua pelabuhan di Kuala Tanjung selain dimanfaatkan oleh perusahaan yang membangunnya, juga dapat dipergunakan untuk warga sesuai keperluannya.
Apalagi Pelabuhan Nanasiam Pagurawan sama dengan tiga pelabuhan sebelumnya, dapat dimanfaatkan warga khususnya nelayan untuk mengirim produksi ikan tangkapannya.

Lalu, apakah fasilitas pelabuhan itu saja yang diharapkan mampu mendongkrak peningkatan ekonomi Batubara. Jawabnya tentu tidak. Pelabuhan-pelabuhan tersebut akan didukung oleh fasilitas lain yang berkaitan erat dengan sektor transportasi.

Misalnya, jalan menyusur pantai. Mulai dari Pagurawan di Utara jalan menyuusur pantai itu dibangun sampai Tanjung Tiram, Ujung Kubu dan perbatasan Kecamatan Air Joman Asahan.

Demikian juga jalan-jalan pintas dari jalur lintas Sumatera. Seperti dari Simpang Deras menuju Desa Durian, Demikian juga jalan Pematang Jering, sejak SimPang Kerang Sipare-pare menuju Kuala Tanjung. Jalan Pematang Panjang menuju Sukaramai, Simpang Gambus menuju Kedai Sianam, Limapuluh menuju Desa Panjang dan Sei Balei menuju Ujung Kubu.

Jalan-jalan itu akan memudahkan bagi warga masyarakat mengangkut produksi hasil pertanian, tangkapan ikan dan lainnya. Dan secara otomatis pula mendongkrak kelancaran dan kemudahan warga bertransportasi, tidak hanya mengangkut produksi hasil usahanya, tapi dalam hal lain, bepergian ke luar daerah.Itulah konsep dan program yang sedang dan akan dilaksanakan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain SH MM. Dalam beberapa kali pertemuan, bupati calon independent pertama di Indonesia itu selalu mensosialisasikannya kepada warga.

Termasuk program pembangunan jalan kereta api dari Stasiun Bandar Tionggi Kecamatan Bandar Masilam Simalungun menuju Kuala Tanjung yang panjangnya sekitar 25 kilometer.

Menurut OK Arya, rencana tersebut sudah disetujui Direktorat Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dphub) RI yang sebelumnya melakukan peninjauan lokasi.

Dan untuk memberhasilkan program itu, Bupati OK Arya kini terus berusaha mendatangkan investor ke daerahnya. OK Arya berharap, Batubara cepat terbangun dan masyarakatnya sesegera mungkin merasakan manfaat berpisah dari Asahan untuk memperlihatkan kemampuan kemandiriannya.

Tinggalkan Komentar

 

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Kembali ke atas