10 Kepala Daerah Ke Jakarta Bahas Inalum Reviewed by Momizat on . Sindo, Batubara - Sebanyak 10 kepala daerah yang memimpin kabupaten/kota di sekitar power plant dan smelter plant PT Indonesia Alumunium (Inalum), pekan depan a Sindo, Batubara - Sebanyak 10 kepala daerah yang memimpin kabupaten/kota di sekitar power plant dan smelter plant PT Indonesia Alumunium (Inalum), pekan depan a Rating: 0

10 Kepala Daerah Ke Jakarta Bahas Inalum

10 Kepala Daerah Ke Jakarta Bahas Inalum

Sindo, Batubara – Sebanyak 10 kepala daerah yang memimpin kabupaten/kota di sekitar power plant dan smelter plant PT Indonesia Alumunium (Inalum), pekan depan akan menghadap Menteri Perindustrian dan Perdagangan di Jakarta.

Agendanya, untuk menyampaikan keinginan agar dapat diberikan peluang partisipasi aktif dalam pengelolaan perusahaan yang memproduksi aluminium tersebut.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Batubara, Iskandar Lubis mengatakan, Senin (28/3) depan ke-10 kepala daerah itu akan ke Jakarta membahas masalah ini. Pada dasarnya ini merupakan sebuah harapan agar pengelolaan perusahaan itu nantinya dapat menghasilkan pendapatan bagi daerah.

Rencana untuk menyampaikan aspirasi daerah kepada Kemendag,menurut dia, telah dipersiapkan dalam beberapa bulan terakhir.Pernyataan kesepahaman tentang perlunya daerah mendapatkan porsi, lanjut Iskandar,hingga saat ini telah ditandatangani oleh 9 pucuk pemerintahan. Hanya Kabupaten Humbang Hasundutan yang belum menerakan secara resmi. Iskandar menyebut,hal itu cuma masalah teknis saja.

Alasannya, Bupati Humbahas sedang berada diluar daerah. “Pada prisnsipnya mereka telah setuju. Bukan berarti mereka menolak. Ini kan untuk kepentingan bersama,” kata Iskandar. Lebih lanjut Iskandar menjelaskan, upaya untuk menyampaikan permohonan kepada Jakarta merupakan prakarsa dari Pemkab Batubara. Dasarnya, selama dalam kurun waktu 30 tahun PT Inalum beroperasi, daerah disekitarnya praktis tidak mendapatkan bagian apapun, kecuali annual fee.Itupun relatif sangat minim jika dibandingkan dengan tuntutan percepatan pembangunan.

“Batubara saja cuma dapat Rp2,7 miliar,” papar Iskandar. Sebelumnya, Asisten I/Plh Kepala Bappeda Batubara Sudarto mengungkapkan, tuntutan sejumlah pemerintah daerah tersebut,bukanlah merupakan sesuatu yang berlebihan. Apalagi era otonomi daerah pada prinsipnya membuka peluang lebar bagi pemkab/ pemko untuk mengelola aset dan potensi. Termasuk melakukan penyertaan modal pada perusahaan-perusahaan strategis, yang dinilai mampu menghasilkan keuntungan secara finansial.

“Produksi aluminium itu sangat prospektif. Jadi wajar kalau daerah turut meliriknya,” kata Sudarto. Tapi ia menyatakan, penyampaian kepada Kementerian Perdagangan itu, sebatas pada permohonan. Karena apapun kebijakan pemerintah pusat akan diterima. Sekalipun keputusan itu belakangan berwujud dengan dilanjutkannya kontrak PT Inalum pasca 2013 mendatang.”Ya nanti kita lihat hasilnya bagaimana,” ujarnya

Tinggalkan Komentar

Copyright PEMKAB BATU BARA © 2014 Hak Cipta di Lindungi Pemerintah. Ini situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari BAPPEDA Kab. BATUBARA. Apabila terdapat data elektronik bassed yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.

Translate »
Kembali ke atas